Tuesday, November 2, 2010

Sungkyunkwan Scandal Lesson 9

Sun Joon minta Yoon Hee mendengar penjelasan-nya, tapi Yoon Hee sudah sangat terhina.
Yoon Hee : Aku sudah berhutang sangat banyak padamu, kalau saja aku tahu, paling tidak aku bisa bersikap lebih baik.
Sun Joon : Jangan bodoh, kau perlu uang itu dan kau bisa membayarku nanti, apa masalahnya?

Yoon Hee : Salah, karena kau tidak mengatakan-nya padaku. Kau seharusnya mengatakan-nya padaku.
Sun Joon : Dan jika aku mengatakan-nya...
Yoon Hee : Aku tidak akan menerimanya. Apapun yang harus kulakukan akan kulakukan, apakah itu membantu orang mencontek atau bekerja lebih keras lagi. Aku tidak akan menerimanya.

Sun Joon : Alasan apa itu...
Yoon Hee : Orang menyebut alasan itu "harga diri". Mengapa? Harga diri itu yang akan kau lindungi sampai mati, mengapa aku tidak bisa memilikinya? Apa kau mengasihaniku? Sampai saat ini, aku hanya orang yang lemah dan perlu belas kasihan-mu. Jadi kau pikir aku akan menerima bantuan dari mana saja. Iya kan?

Sun Joon tertegun. Yoon Hee melanjutkan, kau tidak punya hak mengkritik Ha In Soo. Kau lebih buruk. Paling tidak Ha In Soo tahu kalau yang ia adalah orang yang brengsek.

Yoon Hee pergi. Sun Joon menghabiskan sepanjang hari dengan stress karena percakapan mereka.

Yoon Hee memutuskan menulis surat cinta pesanan Hyo Eun. Ia menemui Tuan Hwang dan berkata : Jika ini demi uang, bukankah aku harus melakukannya?

Yoon Hee menyempatkan diri berganti baju wanita dan pulang ke rumah. Yoon Hee memeluk ibunya dengan erat. Ia memberikan makanan sisa dari Ha In Soo dan bersikap seolah-olah itu makanan yang ia siapkan secara khusus untuk oleh-oleh. Yoon Hee memberikan obat Sun Joon untuk Yoon Shik. Ketiga-nya makan bersama, dan scene ini sungguh menyesakkan hati, mengapa? Karena Yoon Hee yang baru saja berkata mengenai harga diri, terpaksa menelan harga dirinya, karena memang situasi tidak memungkinkan bagi Yoon Hee untuk mempertahankan harga dirinya.

Ibu dan adiknya merasa bersalah karena sudah menjadi beban untuk Yoon Hee.

Ternyata si Kuda Gila pulang juga ke rumahnya. Jae Shin masuk kamarnya dan mulai mengganti perban-nya ketika Menteri Moon, ayah Jae shin masuk membawa baki berisi obat-obatan! whoa! Tuan Menteri tahu kegiatan rahasia putranya! Menteri Moon pasti heran, mengapa pemanah terhebat di negri ini tidak bisa memanah dengan baik waktu itu.

Menteri Moon minta Jae Shin menjauhi Kim Yoon Shik. Mengapa? tanya Jae Shin. Karena dia seorang Namin yang tidak berdaya yang tidak akan bisa menolongku naik pangkat?

Menteri Moon : Kapan kau akan berhenti melawanku?
Jae Shin : Kapan kau akan berhenti hidup sebagai boneka Noron? Hari itu, aku mati dengan kakak. Saat ayah melindungi posisi ayah dengan diam saja atas kematian anak-mu, kau kehilangan kedua anakmu!

Menteri Moon : Aku akan melindungimu dengan posisi itu, bergaul dengan Kim Yoon Shik itu berbahaya. Menteri Ha berpikir dia adalah Hongbyukseo.

Jae Shin tertegun : Apa maksudmu?
Menteri Moon : Kim Seung Hun. Pria itu yang mengorbankan diri karena mencoba melindungi Geum Deung Ji Sa bersama kakakmu, dia adalah ayah Kim Yoon Shik.

Ah...aku yakin saat itu jantung Jae Shin pasti berdetak kencang sekali!

Ketika berdua dengan ibunya, Yoon Hee tanya mengapa Ibunya jatuh cinta dengan Kim Seung Hun, dan apa ibunya pernah menyesal meninggalkan keluarganya sendiri dan pergi dengan ayahnya.

Ny. Kim : Setiap hari. Aku menyesalinya setiap hari. Jika aku tidak meninggalkan keluargaku waktu itu, aku tidak harus hidup sebagai ibu yang tidak berdaya, yang mengirim putrinya sendiri ke Sungkyunkwan. Aku menyesalinya setiap hari.

Sun Joon menghadap ayahnya. Menteri Lee mengingatkan Sun Joon kalau tindakan Sun Joon tadi mendatangkan konsekuensi.

Menteri Lee berkata Sun joon harus menikahi Ha Hyo Eun! Sun Joon protes, tapi ayahnya berkeras, Kau akan segera meninggalkan Sungkyunkwan dan menikah!

Ha Hyo Eun juga mendengar berita itu dan ia of course...flying to the moon....

Gu Yong Ha juga pulang ke rumahnya, dan kita tahu mengapa Gu Yong Ha selalu merasa bosan, karena ia selalu mendapatkan yang ia inginkan. Sekarang sebuah karya seni bermutu tinggi yang mirip dengan Forbidden City (atau miniaturnya) sudah menantinya. Yong Ha sudah menunggu karya seni itu setahun penuh!

Liburan usai dan semua siswa SKK kembali ke kampus. Anak-anak berkumpul di ruang duduk siswa dan saling memamerkan barang2 yang dibawa dari rumah. Hae Won memperlihatkan tempat tinta yang bagus, Woo Tak mendapatkan rantai kacamata baru, dan Gu Yong Ha tentu saja dengan miniatur istana China dari emas! Yong Ha terlihat sangat puas dengan koleksinya.

Jae Shin masuk ke dalam hanya untuk tanya apa teman2nya ada yang melihat Daemul? Tidak ada yang melihat Daemul. Maka Jae Shin terus mencari Yoon Hee ke seluruh penjuru kampus. Ada orang mencurigakan yang mengendap-endap di dalam kampus.

Yoon Hee yang dicari Jae Shin justru bertemu Sun Joon. Yoon Hee jalan melewati Sun Joon dan Sun Joon menghentikannya.
Sun Joon : Aku punya sesuatu untuk dikatakan dan..sesuatu untuk didengar.

Yoon Hee memaksakan senyuman dan berkata : Aku terlalu berlebihan waktu itu. Tapi kau tidak perlu cemas lagi karena aku baik-baik saja sekarang, aku akan membayar hutangku kembali, meskipun perlahan-lahan.
Sun Joon : Kau tahu bukan itu yang ingin kudengar.
Yoon Hee : Ah! aku lupa. Aku seharusnya mengatakan-nya. Terima kasih untuk semua yang sudah kau lakukan.

Sun Joon tahu Yoon Hee tersinggung, tapi Yoon Hee menahan-nya dan Sun Joon ingin menjelaskan salah paham mereka ketika Ha In Soo bersama rombongan datang dan menyapa Sun Joon dengan panggilan : Adik Ipar! aku dengar ada pembicaraan tentang pernikahan.

Yoon Hee yang akan berjalan menjauh tertegun.

Sun Joon : Itu hanya kesalahpahaman.
In Soo : Kesalahpahaman? Kau tahu lebih baik dari orang lain kalau ayahmu sudah membuat keputusan, bahkan Raja juga tidak bisa membujuk-nya.

Berita ini membuat Byung Choon panik tapi ketika rombongan mereka hanya sendirian, Ha In Soo dengan tajam berkata : Jangan menginginkan sesuatu yang diluar kemampuan-mu. Dan ingat aku ingin kalian bersatu. Pastikan kau melakukan semua dengan benar kali ini!

Yoon Hee ada di kelas, ia menulis surat cinta untuk Sun Joon. Tapi pikirannya terganggu dan ia banyak membuat kesalahan.

Akhirnya Moon Jae Shin bertemu Yoon Hee saat Yoon Hee keluar dari kelas kosong. Jae shin melihat Yoon Hee, begitu banyak yang ia ingin tanyakan tapi Jae Shin sepertinya gugup, dan tidak tahu harus omong apa, lalu Jae Shin tanya : Inilah mengapa kau datang kesini? Karena kau tahu segalanya?

Yoon Hee tidak mengerti maksud Jae Shin dan akan menjawab ketika terdengar teriakan : ada pencuri di kampus!

Banyak siswa yang kehilangan benda berharga mereka. Termasuk Gu Yong Ha. Kamarnya berantakan dan ia marah sekali karena mainan barunya ternyata hilang!

Gu Yong Ha melihat baju2nya, pencuri itu mengambil acak beberapa bajunya, tapi kelihatan ia orang kampung yang tidak tahu aturan busana, mengambil baju atas dan meninggalkan yang bagian bawahnya. Gu Yong Ha duduk dan ngamuk2.

Semua siswa SKK dikumpulkan di halaman untuk diperiksa alibinya. Semua bisa mengatakan alibinya, kecuali Kim Yoon Shik. Tentu saja Yoon Hee tidak bisa mengatakan kalau ia ada di kelas menulis surat cinta. Yoon Hee berkata kalau ia belajar untuk ujian. Seperti yang lainnya, Byung Choon berkata, bukankah tadi Moon Jae Shin mencarimu kesana-sini tapi tidak menemukanmu?

Lalu seseorang datang dan berkata pada Prof Jung kalau obat-obatan dari SKK dan barang2 yang lain dijual di pasar dan bahkan ada identitas yang tertinggal di ruang obat. Identitas dengan nama Kim Yoon Shik!

Yoon Hee shock, bukan dia pelakunya. Tapi semua mulai bergosip, ya mungkin saja, siswa yang miskin bisa saja mencuri dan menjualnya di pasar untuk mendapat uang.

Jae Shin membela Yoon hee, ia bersama Yoon Hee, meskipun Jae Shin tidak benar2 melihat Yoon Hee di dalam kelas. Sun Joon berkata kalau Yoon Shik tidak mungkin menjual obat itu, ia punya saudara yang sedang sakit, itu alasan mengapa Kim Yoon Shik membawa obat pulang ke rumah, untuk adiknya dan bukan untuk dijual kembali.

Tidak ada yang percaya. In Soo berkata, beraninya kau mengambil manfaat dengan kerja keras orang dan menjual obat itu untuk kepentingan pribadi!

Sun Joon mengusulkan sesuatu, hanya ada satu cara untuk membersihkan nama Yoon Shik dan membuktikan kalau ia tidak bersalah. Yaitu mengunjungi rumah Kim Yoon Shik dan melihat adiknya yang sakit.

Usul itu langsung membuat muka Yoon Hee pucat pasi, bagaimana kalau mereka menemukan Kim Yoon Shik yang asli, apa yang akan terjadi? Yoon Hee menolaknya.

Penolakan Yoon Hee hanya menambah kecurigaan semua orang, dan Ha In Soo mengusulkan untuk membuat pengadilan dewan siswa untuk memutuskan apakah Kim Yoon Shik bersalah atau tidak, karena polisi tidak boleh masuk wilayah SKK...

Belum juga Ha In Soo selesai bicara ketika sebuah suara membuat semua orang yang ada dalam radius 500 meter sekitar SKK terkejut setengah hidup, "Aku yang akan jadi kepala dewan."

Semua menoleh ke asal suara, semua menelan ludahnya kembali, sunyi, tidak ada yang berani menarik nafas, bahkan sepertinya angin juga memutuskan untuk diam dulu. Para Profesor menahan nafas...

Baginda tiba! Jalan dengan anggun mendekati kelompok siswa dan Profesor itu, yang hanya bisa memandang dengan terpana.

Jeongjo : Ini adalah pertanyaan ujian (Soon Doo Jeon Gahng). Bentuk-lah dua tim : Satu untuk membuktikan kesalahan Kim Yoon Shik, yang lain untuk membelanya. Kalian punya waktu dua hari untuk menyelidiki kasus ini. Aku akan meminta kepolisian membantu kalian. Jika Kim Yoon Shik terbukti bersalah, maka ia akan dikeluarkan dari kampus. Tugas kalian untuk menemukan penjahat yang sebenarnya dibalik pencurian ini.

Semua terpana. Dan direktur Choi yang paling lebar buka mulutnya hahaha....

Keputusan Baginda terdengar oleh Menteri Lee. Menteri Ha yang ada bersamanya berkata ini berlebihan. Menteri Lee berpikir tidak seperti itu, Baginda pasti sudah memikirkannya dan ia punya rencana.

Menteri Lee : Ini sebenarnya adalah tes untuk kita daripada untuk siswa Sungkyunkwan itu.

Menteri Ha : Apa maksud anda kalau Baginda sendiri ingin terlibat untuk ..melindungi Kim Yoon Shik?
Menteri Lee mengangguk.

Direktur Choi protes. Tapi Jeongjo tetap teguh : Apa kalian berpikir kalau semua siswa ini pantas diberikan tes ini. Jika Kim Yoon Shik benar penjahat maka sekolah ini sudah membesarkan seorang pencuri. Kau, kepala sekolah, dan semua profesor dan juga pelajar tidak punya hak untuk mengajar dan memegang hukum di negri ini.

Tapi Jika Kim Yoon Shik tidak bersalah, mereka yang menuduhnya bersalah juga tidak berhak memimpin negri ini. Itulah mengapa aku memilih ini sebagai bahan tes untuk kalian.

Jeongjo : Sekarang siswa SKK, ambil keputusan kalian, siapa yang membela dan siapa yang menuduh Kim Yoon Shik. Lalu Baginda dan rombongan-nya pergi, meninggalkan para siswa dengan keputusan mereka.

Lalu satu persatu siswa mulai menjauh dari Yoon Hee dan membentuk grupnya sendiri, yang menuduh Yoon Hee. Mereka takut dengan Ha In Soo, termasuk teman2 dekat Yoon Hee seperti Ahn Do Hyun, Woo Tak, Hae Won dll.

Mereka sebenarnya percaya Yoon Hee tidak bersalah hanya takut gagal kalau Yoon Hee ternyata tidak bisa membuktikan kalau ia tidak bersalah.

Meninggalkan....F4 Joseon kita hehehe, ucapkan terima kasih pada si Byung Choon dulu...soalnya tanpa campur tangan Byung Choon yang menyebalkan, ke-4 Jalgeum ini belum tentu terbentuk secepat ini :)

Yoon Hee menatap ke-3 rekannya, Lee Sun Joon, Moon Jae Shin dan Gu Yong Ha.

Sun Joon maju dan langsung tanya apa ada orang yang benar-benar melihat kalau Yoon Hee ada di kelas yang bisa membuktikan alibinya?
Yoon Hee : Tidak ada.
Sun Joon : Apa yang terjadi dengan papan namamu?

Yoon Hee terluka, apa kau pikir aku benar2 melakukannya?
Sun Joon terus saja tanya, mengapa kau tidak membiarkan orang pergi ke rumahmu dan melihat adikmu? apa kau tidak tahu itu adalah cara termudah untuk membuktikan kalau kau tidak bersalah?

Well Sun Joon, semua tahu kenapa tidak bisa, Jae Shin tahu, bahkan Yong Ha juga pasti tahu, hanya Sun Joon saja yang tidak mengerti, kasihan juga.

Itulah mengapa Jae Shin marah, ia langsung merenggut kerah baju Sun Joon, apa yang kau lakukan?
Sun Joon : Aku harus memastikan.
Jae Shin : Apa kau tidak bisa melihat? Kalau ia dijebak!

Sun Joon melepaskan tangan Jae Shin, dan berkata : Lalu? Apa kau pikir kita bisa membersihkan namanya dengan hanya percaya saja seperti dirimu? Itu tidak mengubah fakta kalau ada orang yang mencuri barang2 dan papan namanya ada di lokasi kejadian.

Jae shin : Jadi karena Baginda sendiri yang memberikan tugas ini, kau tidak bisa menerima nilai gagal karena mempercayai Kim Yoon Shik?
Sun Joon : Tentu saja.

Jae Shin langsung melayangkan tinjunya lagi, dan kali ini Gu Yong Ha dengan sigap menahannya, Karena hanya kita yang percaya pada Kim Yoon Shik, kita seharusnya bersatu.

Yoon Hee : Hentikan! kalian semua..hentikan. Aku tidak mencuri apapun, jadi aku akan mengurusnya.
Sun Joon langsung menyambar : Mengurusnya? bagaimana caranya?
Sun Joon menoleh pada Jae Shin : Kau bilang dia dijebak? Jika kau ingin aku percaya, kau harus menunjukkan buktinya padaku.
Mereka berpisah.

Apa Moon Jae Shin akan mendengar nasihat Gu Yong Ha untuk tenang? dalam mimpimu...kata Spongebob hehehe..
Moon Jae Shin langsung mendatangi Noron yang paling menyebalkan itu, Ha In Soo. Jae shin yakin kalau ini semua adalah jebakan In Soo. Kau mulai dengan memberikan makanan dan obat, semuanya adalah rencanamu menggunakan obat itu untuk menjebaknya.

In Soo : Inilah mengapa aku tidak bisa baik pada orang miskin. Mereka selalu menikam-mu dari belakang untuk semua kebaikanmu. Itulah mengapa aku memperingatkanmu untuk hati-hati juga.

Jae Shin akan meninju muka In Soo (lagi), tapi terhenti ketika In Soo berkata : Pukul aku dan kau akan berakhir di ruang tahanan SKK. Saat kau dikeluarkan, Kim Yoon Shik sudah akan dikeluarkan dari SKK.

Kata-kata In Soo membuat Jae Shin terdiam, yang paling penting bagi Jae Shin saat ini adalah melindungi Yoon Hee. Bagaimana ia bisa melakukan itu jika ia ditahan?

Yoon Hee pergi ke perpustakaan mencari buku-buku yang bisa membantu pembelaannya. Ternyata Sun Joon juga melakukan hal yang sama. Yoon Hee berkata pada Sun Joon, kalau kau membantuku karena kau mengasihaniku, maka kau tidak perlu bekerja terlalu keras.
Yoon hee : Jika kau merasa kasihan karena tidak ada yang mempercayaiku, maka aku tidak memerlukan bantuanmu. Jadi, daripada khawatir gagal dalam ujian maka...

Sun Joon : Apa kau benar2 berpikir aku cemas karena bisa gagal dalam ujian?
Yoon Hee : Kau menginterogasi aku karena kau curiga.

Sun Joon : Apa kau benar2 berpikir seperti itu tentangku? Itulah mengapa kau menolak bantuanku? Apa aku hanya seorang anak Noron yang hanya memikirkan nilainya? aku tidak pernah mencurigaimu sejak pertama kali. Seperti katamu, aku tidak pernah memulai sesuatu yang akan gagal. Jika kau terluka hanya karena beberapa pertanyaan, lalu apa yang akan kau lakukan di hadapan Baginda?

Dengar, Kim Yoon Shik. Saat kita berdiri di depan Baginda, tidak ada seorangpun yang akan berada di sampingmu. Jika kau ingin membersihkan namamu, kau harus mempersiapkan dirimu. Sun joon meninggalkan perpustakaan.

Prof Jung menghadap Jeongjo di istana, Prof Jung merasa cemas kalau siswa SKK tidak akan mampu mengungkap kasus ini hanya dalam waktu 2 hari di kepolisian.
Jeongjo : Apakah kau tidak mempercayai murid-muridmu sendiri?

Jeongjo bukan hanya ingin membuktikan kalau Yoon Shik tidak bersalah, tapi tujuan aslinya adalah untuk menemukan Geum Deung Ji Sa. Distrik perdagangan Hansung dipenuhi dengan pencuri akhir2 ini. Para siswa yang mampu mengungkap kasus pencuri kecil di SKK mungkin akan mengungkap operasi terselubung di pasar. Jika itu terjadi, bukankah mereka adalah yang bisa kupercaya untuk tugas yang lebih besar, mencari Geum Deung Ji Sa yang hilang?

Paginya, Sun Joon, Jae Shin dan Yoon Hee jalan dengan seragam kepolisian. Jae Shin adalah polisi paling keren sepanjang Joseon hehehe...Gu Yong Ha datang menemui mereka dengan busana mewah-nya.

Yoon Hee geli : Sunbae, apa yang kau kenakan itu?

Yong Ha : Memaksa semua orang mengenakan seragam yang sama adalah simbol dari membusuknya masyarakat Joseon. Tidak menghormati kebebasan individual!

Yong Ha tidak akan ikut ke kantor polisi bersama mereka tapi ia akan langsung menyelidiki sendiri melalui pedagang2 yang ia kenal dan kontaknya sangat banyak. Yong Ha pasti akan dapat informasi dimana barang2 ilegal dijual belikan. Tapi bukan demi kau Kim Yoon Shik, melainkan demi koleksi antik-ku!

Jae shin meyakinkan Yoon Hee kalau Yong Ha tahu apa yang harus ia lakukan, karena memang besar di dunia perdagangan.

Sementara ke-4nya sedang diskusi, Yoon Hee melihat seorang pencopet, dan Yoon Hee mengenali rantai kacamata milik Woo Tak yang dikenakan anak itu. Pencopet itu mulai mencopet lagi dan ketahuan seorang bibi penjual buah, Copet!!

Pencopet itu lari, tepat ke arah Yoon Hee dkk berdiri. Jae Shin dengan secepat kilat melindungi Yoon Hee dengan memeluknya, sementara pencopet itu lari dikejar polisi.

Sun Joon melihat Jae shin memeluk Yoon Hee (biarpun tidak benar2 memeluk, karena Jae shin ragu2 meletakkan tangan-nya di punggung Yoon Hee) dengan pandangan bingung sekaligus mungkin cemburu. Yoon Hee berkata orang itu mengenakan rantai kacamata milik Woo Tak!

Jae shin yang mulai cegukan lagi langsung lari untuk mengejar pencopet itu setelah sebelumnya berkata pada Sun Joon untuk memastikan menjaga keselamatan Yoon Shik. Yong Ha juga pergi untuk mulai mencari informasi.

Sun Joon dan Yoon Hee akhirnya berangkat ke kantor polisi. Keduanya masuk ke kantor polisi dan menemukan petugas yang sedang asyik main dan tidur. Dan tidak tertarik membantu menyelesaikan masalah pencurian di pasar ini. Yoon Hee dan Sun Joon harus mencari informasi sendiri. Ditinggal berdua mereka seperti remaja yang malu2. Saling melirik dan kaget ketika tangan mereka tanpa sengaja saling bersentuhan.

Polisi akhirnya memutuskan untuk mulai "kerja", Yoon Hee dan Sun Joon ikut rombongan mereka. Mereka pergi ke pasar.

Sementara Jae Shin yang masih mengejar pencopet itu disusul oleh Yong Ha, tidak perlu mengejar lagi. Dan disaat bersamaan rombongan polisi bersama Sun joon dan Yoon hee tiba.

Bukannya menangkap pencopet atau menjaga ketertiban, polisi2 itu menjungkir balik-kan dagangan para pedagang yang dianggap tidak memiliki ijin, alias tidak bayar pajak atau uang keamanan pada mereka. Polisi mulai menendang orang2.

Ke-4 siswa SKK itu melihatnya. Yoon Hee tidak tahan lagi dan langsung bicara pada Kapten Polisi : Apa yang sedang kalian lakukan sekarang? Bukankah tugasmu untuk melindungi yang lemah?

Kapten : Tidak, itu bukan tugas polisi, untuk melindungi yang lemah, tugas utama hari ini adalah untuk memastikan bahwa hanya pedagang besar yang boleh melakukan perdagangan. Apakah kalian belum pernah mendengar kata monopoli? Ini sudah biasa di Joseon, jadi kalian harus membiasakan diri.

Yoon Hee jelas marah, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Ini adalah sistem. Sistem yang busuk. Ke-empatnya hanya bisa melihat kebrutalan polisi tanpa bisa melakukan apa-apa.

Kejadian itu disaksikan oleh dua orang pria, Jeongjo dan Prof Jung Yak Yong.
Prof Jung : Seperti yang sudah anda perkirakan, siswa-siswa kita semakin dekat dengan pencuri yang lebih besar lagi, Cheon Na. Apa yang akan mereka pelajari dari kejadian hari ini? Meskipun mereka mengetahuinya, mereka tidak punya kekuatan untuk melakukan apapun.

Jeongjo : Aku ingin mereka merasakan kemarahan itu. Kemarahan pada negara di dunia. Tapi juga kemarahan karena mereka tidak bisa melakukan apa-apa mengenai itu dan hanya sendirian.

Di kediaman Menteri Ha.
Ketua Kadin menemui Menteri Ha dan mengeluh tentang Baginda yang mulai mengatur harga-harga. Baginda juga mulai mencari cara untuk mengijinkan penduduk dengan kelas lebih rendah untuk menjual barang2. Ini bisa mengurangi keuntungan para pedagang dari kalangan bangsawan.

Menteri Ha mengingatkan bukankah partai Noron mendukung mereka? Jadi tidak perlu mengeluh lagi. Pria itu juga memberikan suap untuk Menteri Ha dan minta Menteri menghadiri pertemuan para pedagang untuk meyakinkan mereka.

Ke-4 jagoan kita sedang tidak enak hati setelah melihat apa yang terjadi di pasar, mereka pergi minum ke kedai, setidaknya Yoon Hee yang minum2. Yoon Hee menenggak cawan demi cawan arak, karena kesal. Ketiga teman-nya tidak banyak minum.

Yoon Hee merasa kesal, tidak heran rakyat kecil (Cheonmin) harus menjadi pencuri, jika semua usaha mereka untuk mencari penghidupan dengan legal selalu dihalangi oleh penguasa bodoh!

Yong Ha menjelaskan kalau pedagang resmi yang membayar para polisi itu, jadi tentu saja mereka bisa mendapatkan untung besar. Dan sebagian keuntungan mereka masuk ke pundi-pundi partai Noron.

Sun joon mendengar saja semua keluh kesah Yoon Hee dengan diam, lalu ia mengambil mangkuk makguli dan ingin ikut minum juga. Tapi Yoon Hee langsung menahan tangan Sun Joon.
Sun joon : Mengapa kau melakukan ini?
Yoon Hee : Apa kau benar2 tidak tahu mengapa? hahaha..Yoon Hee takut Sun Joon mulai buka-bukaan lagi ...

Semua itu disaksikan oleh Jae Shin dan Jae Shin kelihatan tidak suka. hehehehe...

Lalu di dekat mereka ada sekelompok polisi yang juga mabuk2an setelah mendapat uang di pasar. Ha! makanan empuk untuk ke-4 siswa SKK yang sedang marah dan kesal dengan kondisi negeri. Mereka mengikat polisi2 itu jadi satu.

Yong Ha menyuruh Sun Joon untuk menulis sesuatu di wajah polisi2 itu. Sun Joon tentu saja menolaknya, kita tidak seharusnya melakukan ini.

Tapi akhirnya mengambil kuas dan menulis kata "pencuri" di salah satu wajah polisi itu. Yoon Hee ketawa cekikikan.

Gu Yong Ha menutup kejahilan mereka dengan bersikap seolah-olah akan mencium polisi itu lalu teriak : kebakaran!!

Para polisi terbangun kaget dan ke-4 anak itu melarikan diri dengan ketawa keras.

Bahkan Moon Jae Shin juga ketawa manis hehehe (Yoo Ah In sudah capek ngga ketawa2 haha). Lari ke jalan dan membuat kemacetan di jalan, semua (baca: semua, pria dan wanita) tiba-tiba berhenti dan terpesona dengan ke-4 siswa SKK itu.


Tuan Hwang yang selalu memiliki intuisi bisnis bagus, langsung meluncurkan novel dengan judul "Petualangan Rahasia Kuartet Jalgeum" hehe..dan sekaligus juga menyediakan ruangan bawah tanahnya untuk tempat pertemuan rahasia mereka.

Yoon Hee berhadapan dengan Yong Ha yang mengeluarkan peta denah kediaman Pemimpin Pedagang (atau spt Ketua Kadin) : Ini, pencurinya sembunyi di sini!

Yong Ha menunjuk satu bagian dari denah : Ini, semua barang yang baru saja disita dari pasar...semuanya disimpan disini, dan kemudian akan dijual kembali untuk rakyat dengan keuntungan berlipat. Uangnya lalu akan disetorkan ke partai Noron sebagai dana politik. Koleksiku ada di sini, dan juga buku akuntansi yang mencatat semua transaksi. Salah satu dari kita harus masuk ke ruangan penyimpanan itu dan mengambil buku itu.

Akan ada perjamuan makan malam ini, jadi ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk menyelinap ke dalam tanpa ketahuan.

Sementara Yong Ha bicara, kedua teman kita yang lain sedang berebut (tanpa kelihatan) untuk berada di dekat Yoon Hee hehehe. Sun Joon awalnya berdiri di sebelah Yoon Hee dan langsung didorong ke samping oleh Jae Shin. Sementara Yoon Hee justru konsentrasi dengan penjelasan Yong Ha hahaha ada aja.

Yoon Hee langsung berkata akan pergi dan mencari buku itu.
Sun Joon dan Jae Shin : Tidak, kau diam saja, aku yang akan pergi!!

Yong Ha menengahi : Baiklah, kita berempat akan pergi, bersama-sama. Kita ketemu lagi di sini sekitar jam Hae si (sekitar jam 10 malam) dan akan berangkat bersama.

Tapi ketika Jae shin dan Yoon Hee tiba di tempat pertemuan, mereka hanya menemukan secarik kertas dari F2, "Kami pergi mengambil buku. Tunggu disini dan jangan khawatir."

Itu adalah ide Sun Joon dan ia menjelaskan pada Gu Yong Ha yang tidak tanya apa-apa, Yoon Shik terlalu lamban dan Kuda Gila terlalu emosional. Yong Ha mengerti. Sebenarnya Sun Joon hanya ingin menghindarkan Yoon Hee dari bahaya hehehe...

Yoon Hee tidak ingin berhutang budi lebih banyak dan ingin menyusul keduanya.

Sementara Sun joon dan Yong Ha sampai di kediaman Ketua Kadin dan Yong Ha langsung jalan bersama para gisaeng, sedangkan Sun Joon langsung menyusup ke ruang penyimpanan. Ha In Soo yang sangat tajam melihat mereka.

In Soo menemui Yong Ha, apa yang kau lakukan disini? Yong Ha menjawab dengan santai, aku disini karena aku putra orang yang menyewakan tanah pada para pedagang. Dan kau sendiri? Ah tentu saja..aku lupa kalau para pedagang dan partai Noron adalah satu keluarga, benar kan?
In Soo : Apa kau sendirian?
Yong Ha : Tentu saja. Lalu pura2 sibuk dengan para Gisaeng di sekitarnya.

In Soo tidak bisa dibohongi dan ia berkata pada ayahnya, panggil polisi, ada pencuri di sini! Menteri Ha dan Ketua Kadin itu kaget, bagaimana jika pencuri itu masuk ke ruang penyimpanan? Dan menemukan rahasia mereka?

Yoon Hee berkeras menyusul mereka, Jae Shin menahannya, lebih aman jika kau tetap disini. Tapi karena Yoon Hee tetap ingin pergi,
Jae Shin : Kalau begitu aku yang akan pergi.

Baru saja Jae shin selesai bicara, ada polisi lewat, mereka mengeluh, apa lagi ini, kita baru saja akan istirahat, sudah dipanggil karena ada pencuri yang menyusup ke kediaman Ketua Kadin. Mereka pergi dengan menggerutu. Jae Shin dan Yoon Hee tertegun.

Jae Shin memutuskan : Kau pergi dan memperingatkan mereka, aku akan mencoba menahan polisi (dengan tinjunya), kau bisa melakukan-nya kan? Hati-hati!!

Yoon Hee mengangguk dan segera bergegas ke kediaman kepala Kadin. Sementara Jae Shin menghadang polisi untuk cari gara-gara.

Tapi penjaga melarang Yoon Hee masuk dan mendorong-nya pergi.

Sekelompok Gisaeng mendekat dan justru diijinkan masuk dengan mudah. Yoon Hee melihat mereka dan mendapat ide.

Polisi tiba dan mulai pencarian. Kepala Kadin memperingatkan, jika kalian tidak menemukan orang itu, partai Noron juga ada dalam bahaya.

Sementara Sun joon ada di dalam ruang penyimpanan dan ia menemukan buku catatan transaksi itu, dan ia mendengar suara polisi mendekat.

Pintu terbuka dan Sun Joon meraih tempat lilin dan siap-siap memukul, tapi bukan polisi yang masuk.

Ada gisaeng cantik, Kim Yoon shik! mengenakan busana Gisaeng dan tanpa mengatakan apa-apa, Yoon Hee lari memeluk Sun Joon.

Sun Joon kaget, tidak mengenali siapa Gisaeng itu dan mengapa ia tiba-tiba memeluknya.

Matanya melebar karena ketakutan dan juga lega, karena Yoon Hee berhasil menemukan Sun Joon, akhirnya.


source http://kadorama-recaps.blogspot.com/

0 komentar:

Post a Comment